Hy my blog ketemu lagi dengan curhatan saya kali ini, okelah saya mau curhat mengenai seseorang yang membuat diriku tidak begitu mengenakan dan membuat diri saya agak ilpi dengannya, ya siapa lagi kalau bukan sesorang yang telah saya ceritakan pada waktu lalu kan, hmm mahasiswi KKN itu lo, ternyata Dia itu tidak mempunyai kapabilitas sebagai rekan kerja yang baik, pada hal dia itu belum juga kerja, tapi belagunya sudah seperti orang yang benar-benar kerja, saya sih ga masalah my blog, toh yang merasakannya di kemudian hari dirinya.
Karena dia jugalah saya dimarahin oleh bos saya, mengapa dimarahin ?
Ya, karena saya
terlalu tinggi memberikan dia nilai PPL, kepadanya, sampai bos saya bertanya pada saya mungkin karena dia cantik, makanya kamu memberikan nilai yang tinggi untuknya, ?? kamu yang paling tinggi memberikan nilai dari pada yang lain, saya pun mengelengkan kepala saya my blog, dan beliau melanjutkan jangan kamu merasa sok pintar, memberikan penilaian kepada mereka tampa harus diskusi dengan kami, (kami disini maksud dari bos saya adalah dia, dan rekan kerja saya yang satunya my blog dan dianggap senior), memang sih yang salah juga saya yang tidak bisa mengikuti prosodur.
Untuk memberikan nilainya, saya yang paling cepat dibandingkan dengan teman-teman pembimbing mahasiswa lainnya, ya sudahlah ini semua saya anggap pengalaman pribadi saya, dan satu lagi, saya juga kena marah oleh bos gara-gara tidak menghadiri acara perpisahan mahasisa KKN di tempat kerja saya, ini juga murni kesalahan saya, seharusnya kan saya memang hadir, karena saya juga pembimbing salah satu dari mahasiswa KKN tersebut.
Memang selama saya membimbing mereka saya tidak pernah mentransfer pengetahuan saya pada mereka, lagian sepertinya mereka tidak perlu meminta bimbingan pada saya, apalagi mahasiswa yang saya bimbing hum, dia juga tidak membutuhkan pituah atau nasehat dari saya, kalau mau pastinya dia akan minta, atau sayalah yang salah tidak memberikan nasehat tersebut karena terlalu pelit pengetahuan ?
LanjutKita beralih ketopik lain, dulu saya pernah merasakan bahwa mahasiswi yang saya bimbing layak di jadikan pendamping hidup, memang saya mengetahui hal tersebut tidak mungkin terjadi karena dirinya sudah mempunyai pacar, namun toh belum pasti juga dijadikan suami, dan kadang kala dia bisa membuat diri saya semangat, karena segala yang saya harapkan ada pada dirinya, yakni standar minimum yang telah saya tentukan dapat dilampaui olehnya, namun melihat sepak terjangnya selama dia melakukan KKN di tempat kerja saya, dan apa yang disampaikan oleh bos saya, dimana bos saya mengatakan bahwa dirinya sering menjadi propokator di luar dan menjelek-jelekan beliau, padahal seharusnya dia belajar bukan menjelek-jelekan atasan saya, dia bercerita kepada masyarakat sekitar, dan akhirnya sampai juga di telingga bos saya, sempat di waktu perpisahan dengan mereka bos saya mengatakan bahwa diantara mereka berempat ada yang tidak layak lulus, dan bos saya mengatakannya pada saya bahwa dirinyalah orang tersebut, hal tersebut makin menguatkan ketidak mungkian tersebut untuk dijadikan pendamping saya, dirinya tersebut dan apalagi di dalam mimpi saya dia juga sudah tunangan dan itu berarti firasat yang baik untuk tidak selalu mengharapkannya, yoi pastinya, tinggal mencari calon yang lain ni.
O..ia segala sesuatu yang berhubungan dengannya dan saya sudah saya hapus semua.
No comments:
Post a Comment