Wednesday, February 6, 2013

Its My History In Feburari

Akankah apa yang telah aku tuliskan dulu sewaktu saya masih pacaran dengannya tetap seperti saat ini dimana pada waktu itu saya menuliskan bahwah dirinya (Peliana) bukan jodoh saya, hal tersebut saya tuliskan karena ada yang berbeda denan hubungan kami berdua meskipun dirinya yang terlebih dahulu mengungkapkan rasa cinta pada diri saya, namun mau tidak mau akhirnya saya terima. Alasan saya dengan terpaksa menerimannya karena dia ada rasa memaksa meskipun kalaupun hal tersebut di tanyakan langsung padanya pasti akan di bantahnya.
Ada sesuatu hal yang membuat ku berpikir entah berapa kali, untuk menjadikan dirinya sebagai istri kelak yakni perbedaan komitmen kita berdua, banyak hal yang membuat kita berdua saling bertentangan dan dalam berkomunikasi pun tidak begitu hangat, dulu sebelum jadian dengannya yang lebih terbuka dalam bercerita cuma tentang dirinya, sedangkan saya ?
saya jarang sekali menceritakan tentang diri saya kepadanya, lain halnya dengan teman perempun saya Shelia kalau kami berdua bercerita pasti saling terbuka dan seolah-olah kita saling mengenal (Maksudnya sering ketemuan).
Sejujurnya memang saya mencintai dirinya karena cuma dialah yang dapat membuat diri saya jatuh cinta dan alasannya memang tidak dapat saya katakan, karena apa ? karena saya mencintainya, memang kalau menurut saya pribadi kalau orang lain tidak mencintai dirinya dan sebenarnya dia sudah tahu bahwa saya mencintai dirinya tapi dia tidak merespon maka saya akan cari jalan untuk melupakannya, begitu pulan dengan mereka berdua (Peliana dan Shelia) kalau memang mereka tidak mencintai saya itu nga masalah dan mungkin ini hal yang terbaik bagi diri saya dan bagi mereka berdua, dan saya akan menunjukan kepada mereka bahwa tampa mereka pun saya akan lebih baik dan bisa mendapatkan yang lebih baik lagi dari mereka.
Untuk saat ini komunikasi diri saya dengan Peliana agak terputus kita berdua jarang berkomunikasi sebagaimana sewaktu masih PDKT dulu, begitu juga dengan Shelia kalau tidak di telpon pasti tidak menghungui.
Kalau dengan Shelia sepertinya sudah tidak ada prosfek dengannya apalagi dia pernah beralasan yang sangat halus untuk menolak rasa cinta ini padanya, dan secara logika memang tidak memungkinkan untuk kita berdua berpacaran maupun menjadi suami istri, Alasanya ? Enatah lah….karena dipisahkan oleh jarak, jangankan dengan Shelia dengan Peliana aja yang jaraknya tidak begitu jauh tidak sempat ketemuan terus, memang saya akui bahwa sayalah yang tidak ada waktu untuk orang yang aku cintai, dan seolah-olah ini menandakan bahwa saya tidak mencintainya namun sebenarnya saya mencintai Pelina.

No comments:

Post a Comment