Sebenarnya saya ini hanya menunggu deadline hubungan kita, dan deadline yang saya tentukan cuma lima bulan (tinggal 52 hari dari sekarang [18 Febuari 2012] saat saya menulis tulisan ini.
Memang sebenarnya hubungan pacaran kita, susah juga nga dikatakan pacaran, terus kamu bertanya, mengapa kita pacaran ?
Kan ini cuma penjajakan dan nga apa-apalah, toh tidak ada ruginya dengan kamu dan aku selama kita pacaran tidak ada yang di rugikan bukan.
Mengapa abang menulis tentang kita yang mengambarkan rasa cinta pada adex ?
Itu kulakukan disaat aku merindukan mu tapi sebenarnya hati kecil ini, meronta untuk menerimamu dan dari pada di pendam di dalam kepala saya terpakasa saya curahkan di tulisan dan blog pribadi saya ini.
Jika adex [Feliana] jeli coba perhatikan tulisan-tulisan saya yang sudah lama, dan sebelum tulisan ini maka adex akan mendapatkan gambaran bagaimana perasaan saya dan juga jangan cuma memperhatikan tulisannya coba saja resapi dan perhatikan tanggal di terbitkannya tulisan saya tersebut, maka adex akan menemukannya.
Saya akui bahwa terkadang saya merindukan mu namun sebenarnya hati kecilku menolak mu, entah kenapa abang juga tidak tahu mengapa bisa terjadi, kalau menurut abang si di karenakan abang cuma mengisi kekosongan hati ini.
Kembali ketopik Deadline [batas] hubungan kita, saya menentukan waktu selama 5 bulan dan mau melihat reaksi hubungan kita berdua, apalagi kita di pisahkan oleh jarak dan jarang bertemu dengan mu, dan kamu itu sebenarnya gombal, tapi kegombalan mu itu sering kali tidak bertahan lama sehingga ketika adex berpacaran maka tidak akan bertahan lama, itulah yang pernah adek katakana pada saya dan memang itu benar namun saya tidak terburu-buru menentukan keputusan tersebut dan toh adek juga yang meminta untuk jadian padahal pada waktu itu sebenarnya saya tidak mau dan terpaksa deh diterima. Dan ingatlah deadlinenya itu hitung saja berapa lama lagi dan jika kamu membacanya silahkan mendahului deadline abang.
Karena deadlinenya sudah saya tentukan terpaksa saya harus sampai disana, meskipun ada orang lain juga yang saya rasa mau di jadikan pacara saya, namun saya tidak mau terburu-buru dan karena saya merasa masih punya pacar makanya saya tidak mau untuk menembaknya terlebih dahulu sebelum hubungan kita berakhir dan jikaadex membaca tulisan ini dan sebelum kita putus terserah tapi jangan sampai berlinang air mata dan jangan terlalu dipikirkan dan menganggap abag sama dengan laki-laki lainnya juga terserah, namun yang jelas saya itu beda saya punya komitmen dan punya pendiri saya sendiri sertaa padangan saya sendiri.
SEMOGA INI BELUM KAMU BACA SEBELUM DEADLINE TERSEBUT DAN SEPERTINYA MEMANG TIDAK.
Memang sebenarnya hubungan pacaran kita, susah juga nga dikatakan pacaran, terus kamu bertanya, mengapa kita pacaran ?
Kan ini cuma penjajakan dan nga apa-apalah, toh tidak ada ruginya dengan kamu dan aku selama kita pacaran tidak ada yang di rugikan bukan.
Mengapa abang menulis tentang kita yang mengambarkan rasa cinta pada adex ?
Itu kulakukan disaat aku merindukan mu tapi sebenarnya hati kecil ini, meronta untuk menerimamu dan dari pada di pendam di dalam kepala saya terpakasa saya curahkan di tulisan dan blog pribadi saya ini.
Jika adex [Feliana] jeli coba perhatikan tulisan-tulisan saya yang sudah lama, dan sebelum tulisan ini maka adex akan mendapatkan gambaran bagaimana perasaan saya dan juga jangan cuma memperhatikan tulisannya coba saja resapi dan perhatikan tanggal di terbitkannya tulisan saya tersebut, maka adex akan menemukannya.
Saya akui bahwa terkadang saya merindukan mu namun sebenarnya hati kecilku menolak mu, entah kenapa abang juga tidak tahu mengapa bisa terjadi, kalau menurut abang si di karenakan abang cuma mengisi kekosongan hati ini.
Kembali ketopik Deadline [batas] hubungan kita, saya menentukan waktu selama 5 bulan dan mau melihat reaksi hubungan kita berdua, apalagi kita di pisahkan oleh jarak dan jarang bertemu dengan mu, dan kamu itu sebenarnya gombal, tapi kegombalan mu itu sering kali tidak bertahan lama sehingga ketika adex berpacaran maka tidak akan bertahan lama, itulah yang pernah adek katakana pada saya dan memang itu benar namun saya tidak terburu-buru menentukan keputusan tersebut dan toh adek juga yang meminta untuk jadian padahal pada waktu itu sebenarnya saya tidak mau dan terpaksa deh diterima. Dan ingatlah deadlinenya itu hitung saja berapa lama lagi dan jika kamu membacanya silahkan mendahului deadline abang.
Karena deadlinenya sudah saya tentukan terpaksa saya harus sampai disana, meskipun ada orang lain juga yang saya rasa mau di jadikan pacara saya, namun saya tidak mau terburu-buru dan karena saya merasa masih punya pacar makanya saya tidak mau untuk menembaknya terlebih dahulu sebelum hubungan kita berakhir dan jikaadex membaca tulisan ini dan sebelum kita putus terserah tapi jangan sampai berlinang air mata dan jangan terlalu dipikirkan dan menganggap abag sama dengan laki-laki lainnya juga terserah, namun yang jelas saya itu beda saya punya komitmen dan punya pendiri saya sendiri sertaa padangan saya sendiri.
SEMOGA INI BELUM KAMU BACA SEBELUM DEADLINE TERSEBUT DAN SEPERTINYA MEMANG TIDAK.
No comments:
Post a Comment