Saturday, August 14, 2010

Masa Sekolah sewaktu SMP di SMP Sinar Kasih Tolong

Masa Sekolah sewaktu SMP di SMP Sinar Kasih Tolong
Saya merupakan alumni SMP Sinar Kasih Tolong, dimana SMP ini terletak di Dusun Tolong, Desa Sebatih kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak, KalBar. Sekolah ini merupakan sekolah swasta yang di miliki oleh sebuah yayasan gereja Kristen Protestan GKE (Gereja Kalimantan Evanglis).

Saya merupakan alumni lulusan tahun 2004 di mana saya lulus dengan predikat yang lumayan bagus, dan di karenakan juga siswa yang seangkatan dengan saya pada waktu itu hanya 24 orang dengan saya. Dulu saya untuk mencapai sekolah tersebut harus berjalan kaki selam satu jam, dari kampung saya (Lenggot). Sekolahan kami, jam pelajarannya dimulai pada siang hari yakni masuk pukul 13.00-17.00 namun sering kali masuknya telat dan pulangnya kadang cepat karena tidak ada guru yang masuk untuk mata pelajaran tertentu sehingga sebelum jam pulang kadang sudah pulang. Sebelum berangkat sekolah, pagi harinya saya menyadap karet untuk mendapatkan uang untuk membayar SPP dan ke perluan untuk bantu-bantu orang tua saya.

Pada saat itu saya saya menyadap karet kira-kira 30 menit perjalanan dari rumah saya, dimana kebun karet tersebut sudah masuk kedalam wilayah adminstrasi dusun Jering, yang mana dusun ini merupakan dusun tetang dusun kami yang di pisahkan oleh sungai Sengah dimana sungai ini juga dipakai untuk penamaan kecamatan kami yakni kecamatan Sengah Temila, Sengah dan Temila merupakan nama sungai yang terdapat di kecamtan kami.
Sungai sengah kadang kala banjir apalagi kalau musim penghujan, dan jika banjir saya tidak dapat menyadap karet karena airnya yang tinggi yang menyebabkan saya tidak bisa lewat dan di karenakan saya juga takut untuk melewati air yang banjir, takut sama buaya dan ular dan jika nekat saya lewat jalan pintas yang waktu tempuhnya lebih jauh sepuluh menit.


Waktu berangkat sekolah, kami berangkat dari rumah pukul 11.30 dan sampai di dusun Tolong pukul 12-30. Ketika musim buah-buahan khusunya cempeda, kami pada waktu pulang sekolah pasti mencari buah tersebut untuk dimakan karena lampar pas waktu pulang. Namun kadang juga kami membeli mi instan untuk di makan di jalan dan makanan ringan lainnya. Kalau makan mi instan biasanya kami campur dengan air sumur yang di ambil di sumur penduduk yang ada di dusun Tolong, dan kadang juga di makan mentah. Pas waktu membeli mi instan dan makanan ringan lainnya ada teman-teman saya yang nakal yakni dengan cara mencuri makanan ringan pedagan tersebut dengan hanya membayar sebagian saja.
Kadang juga ketika saya berangkat sekolah selalu sendiri karena saya berangkat sekolah kadang pukul 11.40 karena ada teman-teman saya hanya berjalan santai waktu beangkat sekolah sehingga mereka saya dapatkan di tengah perjalanan.
Ada juga teman-teman saya ketika berangkat sekolah mereka tidak jadi berangkat sekolah dan memblos, ini di karenakan ada sebagian besar tidak pergi sekolah dan memoengaruhi mereka dan mereka sepakat untuk tidak pergi sekolah dan kembali kerumah. Hal ini memaksa saya untuk pergi sekolah sendirian dengan rasa dan tekat yang bulat saya memutuskan untuk tidak mengikuti mereka meskipun rasa takut ada dalam diri saya karena di sepanjang perjalanan terdapat hutan-hutan yang masih rindang dan ada tempat-tempat tertentu yang menurut saya kelihatan angker, sehingga ketika pulang sekolah dan apalagi kalau sudah sore dan turun hujan rintik-rintik saya harus berlarik untuk melewati tempat tersebut dan ketika melewati kuburan saya juga berlari karena dulu masih kecil dan penakut.

Yang membuat saya tetap berangkat ke sekolah karena ada cewek yang saya naksir di sekolah saya dan lumayan cantik meskipun umurnya lebih tua 1 tahun dianya tapi saya naksir sama di namun tidak saya ungkapkan karena takut, takut di tolak, heheh.
Nama ceweknya itu Megawakti yang beralamat di dusun Kapayang, dan akan saya ceritakan di tulisan saya berikutnya. Oke tungu saja.
Bersambung..............

No comments:

Post a Comment