Thursday, December 3, 2009

Ketika Ku Menyadarinya

Mungkin ini yang dikatakan sebaggai sebuah perasaan, pada hal yang kita harapkan tidak bahkan tidak pernah dirasakanya ini juga yang mungkin membuat kita hanya berharap dan mengharap. Aku menambakannya dari dulu tapi itu dulu sekarang aku pun tidak lagi mengharapkan hal tersebut ada didalam hati ku akan ku simpan rapat-rapat didalam hati ku sehingga tidak nampak dari luar. Munkin ini hal yang terbodoh yang dilakukan karena haya memendam perasaan yang dapat berakibat pada diri sendiri yakni tekanan piskologis yang diakibatkan oleh hal tersebut.
Aku memang beda dari 4 tahun yang lalu dari sekarang tapi dari kebedaannya tersebut masih tetap ada yang terdinggal di dalam diri ku tentang masa lalu yang tak dapat ku hapuskan dan ku tinggalkan.
dia perkata pada dirinya : "apa yang kamu pikirkan ? coba buang jauh-jauh perasaan mu itu"
Tapi dia juga menyangah : "Tapi dia perembuat yang sempurna"
"tapi dia tidak ada perasaan pada mu ?"
Biarkan Saja ?"
"kejadian dulu masih kamu ingat ?"
"Tapi ingatlah apa yang pernah ia perbuat terhadap Mu itu menandakan didalam diri nya mengenai perasaannya"
"Karena itu coba jangan kamu pikirkan lagi tentang dirinya"
dia pun terus berargumenasi dengan hati kecilnya yang berusaha untuk memebrikannya pencerahan tapi dia tetap saja berusaha mempertahankannya argumentasinya malah ia berkilah sudah mendapatkan pengantinya.
"Sekarang aku sudah tidah mengingatnya karena telah digantikan oleh seseorang yang tidak jauh beda dengannya"
"Tapi aku lihat dia sudah ada yang punya ?"
"Tapi dia ada menaruh hati pada mu"
"menaruh hati ? Munkin itu perasaanmu saja coba jangan terlalu terbawa sikap dan perasaan mu"
Terkadang hidup kita ini tidak semulus apa yang kita harapkan dan terkadang hidup kita ini berkelok-kelok yang dapat menyulitkan diri kita tapi coba kamu tetap berusaha jangan pasrah.

No comments:

Post a Comment